TIMES PONOROGO, PONTIANAK – Kompetisi bola voli kasta tertinggi tanah air, Proliga 2026, resmi dimulai. Di laga pembuka yang berlangsung di GOR Ahmad Yani, Pontianak, Kamis (8/1/2026), tim putri Jakarta Popsivo Polwan sukses memetik kemenangan meyakinkan atas Medan Falcons, dengan skor telak 3-0 (25-20, 25-19, 25-14).
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi skuad asuhan Darko Dobriskov untuk menatap seri-seri berikutnya.
Perpaduan antara talenta lokal berbakat dan legiun asing berpengalaman menjadi kunci utama dominasi mereka di lapangan.
Bintang Dunia dan Lokal Menyatu dalam Skuad Popsivo
Sejak peluit pertama dibunyikan, Jakarta Popsivo Polwan langsung menurunkan komposisi terbaiknya. Nama-nama seperti Arsela Nuari, Gendis, dan Chelsa Berliana tampil solid mengisi pos-pos krusial. Namun, sorotan utama tertuju pada dua bintang dunia asal Republik Dominika, Bhethania De La Cruz dan Yonkaira Pena.
Keduanya menunjukkan kelasnya melalui serangan-serangan tajam yang sulit dibendung. Di sisi lain, Medan Falcons yang mengandalkan duet pemain asal Asia Tenggara, Della Palomata (Filipina) dan Vi Thi Nhu Quynh (Vietnam), sebenarnya memberikan perlawanan yang cukup alot di awal-awal set.

Set pembuka menyajikan adu taktik yang menarik. Medan Falcons melalui Maya Indri Kurnia, Della Palomata, Vi Thi Nhu Quynh berkali-kali menembus blok Popsivo. Namun, ketenangan Arsela Nuari dalam mengatur serangan balik membuat Popsivo unggul tipis di teknikal timeout kedua.
Tekanan servis dari De La Cruz akhirnya memaksa Falcons melakukan rentetan kesalahan sendiri, hingga set pertama ditutup dengan skor 25-20.
Memasuki set kedua, Jakarta Popsivo Polwan semakin nyaman dengan pola permainan mereka. Yonkaira Pena tampil eksplosif dengan spike keras dari posisi empat. Meski Della Palomata berusaha memperkuat pertahanan di depan net bagi Falcons, koordinasi yang apik antara Chelsa Berliana dan Gendis membuat celah bagi lawan tertutup rapat. Popsivo kembali unggul 25-19.
Set ketiga performa Medan Falcons justru menurun di set penentuan. Kelelahan tampak membayangi anak-anak Medan, yang dimanfaatkan dengan cerdik oleh skuad Popsivo. Serangan bervariasi dari Arsela dan bola-bola cepat (quick) dari Chelsa Berliana membuat pertahanan Falcons kocar-kacir. Set ketiga berakhir dengan skor mencolok 25-14, sekaligus memastikan kemenangan absolut bagi Popsivo.
Meski diperkuat pemain sekaliber Vi Thi Nhu Quynh, Medan Falcons tampak masih membutuhkan waktu untuk membangun chemistry antar pemain. Sementara itu, Jakarta Popsivo Polwan membuktikan bahwa kesiapan fisik dan taktik mereka sudah berada di level tertinggi untuk bersaing di Proliga 2026. (*)
| Pewarta | : M. Marhaban |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |