Mengikat Keberagaman, Grebeg Suro Sukses Satukan Seluruh Unsur di Ponorogo
Bambang Priambodo selaku Kepala Disbudparpora Kota Kediri hadir di ikut Kirab Pusaka Grebeg Suro Ponorogo (Foto: Marhaban/TIMES Indonesia)

Mengikat Keberagaman, Grebeg Suro Sukses Satukan Seluruh Unsur di Ponorogo

Dari budayawan, akademisi, pelaku UMKM, hingga generasi muda lintas komunitas, semuanya melebur dalam rangkaian ritual adat dan festival modern yang megah.

TIMES Ponorogo,Senin 15 Juni 2026, 19:08 WIB
557
M
M. Marhaban

PONOROGOPerayaan Grebeg Suro di Kabupaten Ponorogo kembali membuktikan taringnya bukan sekadar pesta rakyat tahunan, melainkan magnet kultural yang mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat.

Dari budayawan, akademisi, pelaku UMKM, hingga generasi muda lintas komunitas, semuanya melebur dalam rangkaian ritual adat dan festival modern yang megah.

​Grebeg Suro yang puncaknya ditandai dengan Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) ini, sukses menjadi jembatan yang mengikis sekat-sekat sosial.

Seluruh lapisan masyarakat bergotong-royong, menjadikan event ini sebagai simbol persatuan dan ketahanan budaya lokal di era modernisasi.

​Daya pikat dan keberhasilan Ponorogo dalam mengemas harmoni sosial melalui budaya ini turut memantik perhatian dan apresiasi dari wilayah lain di Jawa Timur.

​Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri, Bambang Priambodo memberikan pandangannya mengenai bagaimana event berbasis massa seperti Grebeg Suro mampu menjadi katalis persatuan yang luar biasa.

article

​"Apa yang terjadi di Ponorogo melalui Grebeg Suro adalah bukti nyata bahwa kebudayaan adalah instrumen paling ampuh untuk menyatukan masyarakat," ujar Bambang Priambodo, kepada TIMES Indonesia, Senin (15/6/2026).

Bambang yang hadir dalam Kirab  Pusaka, dan Pawai Lintas Sejarah menegaskan, sinergi antar-unsur warga, penyerapan tenaga kerja kreatif, hingga pelibatan anak muda sangat menginspirasi.

"Manajemen event budaya yang inklusif seperti ini patut menjadi acuan bagaimana kearifan lokal bisa menjaga harmoni sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah," sambungnya.

Menurut Bambang, ​tidak hanya sakral dari sisi ritual seperti Larungan Risalah Doa di Telaga Ngebel, Grebeg Suro juga membawa dampak ekonomi (multiplier effect) yang masif.

Ribuan pelaku ekonomi kreatif dan UMKM lokal meraup perputaran uang yang signifikan selama pekan perayaan.

​Keterlibatan aktif generasi Z dalam kepanitiaan dan panggung pertunjukan juga menepis kekhawatiran akan lunturnya kecintaan pemuda terhadap Reog Ponorogo.

Grebeg Suro terbukti berhasil mengubah warisan leluhur menjadi sebuah kebanggaan identitas yang relevan dengan perkembangan zaman. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:M. Marhaban
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Ponorogo, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.