Bambang Priambodo Bawa Semangat Kolaborasi Budaya ke Kasepuhan Glagahwangi
Bambang Priambodo bersama Sekda Ponorogo Agus Sugiarto dan Kepala Disbudpora Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edhie sebelum pengukuhan Kasepuhan Glagahwangi Notoprojo. (Foto:Marhaban/TIMES Indonesia)

Bambang Priambodo Bawa Semangat Kolaborasi Budaya ke Kasepuhan Glagahwangi

Bambang Priambodo, Kepala Disbudparpora Kota Kediri yang juga putra asli Ponorogo, turut bergabung dalam Kasepuhan Glagahwangi Notoprojo untuk mendukung pelestarian budaya Bumi Reog.

TIMES Ponorogo,Minggu 24 Mei 2026, 07:00 WIB
182
M
M. Marhaban

PONOROGOProsesi pengukuhan kepengurusan Kasepuhan Glagahwangi Notoprojo yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (23/5/2026), menyisakan cerita menarik. Di tengah deretan tokoh yang berkomitmen melestarikan budaya Bumi Reog, hadir sosok pejabat dari luar daerah yang turut menarik perhatian.

Ia adalah Bambang Priambodo, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri. Di balik jabatan yang diembannya, Bambang ternyata merupakan putra asli kelahiran Ponorogo.

Kehadiran Bambang dalam kepengurusan yang dikukuhkan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ponorogo, Agus Sugiarto, memberi warna tersendiri bagi organisasi tersebut. Keterlibatannya dinilai menunjukkan bahwa kedekatan dengan daerah asal tidak terputus meski menjalankan tugas di wilayah lain.

Saat ditemui di sela acara, Bambang merasa bangga dapat kembali terlibat dalam upaya pelestarian budaya di tanah kelahirannya. Menurutnya, keberadaan paguyuban adat memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya di tengah perubahan zaman.

"Kasepuhan Glagahwangi Notoprojo ini bukan sekadar organisasi formal, tetapi menjadi ruang untuk merawat akar budaya Ponorogo. Sebagai putra daerah, sudah menjadi panggilan moral bagi saya untuk ikut menjaga dan merawat warisan budaya ini agar tetap relevan bagi generasi mendatang," ujar Bambang Priambodo.

Ia menambahkan, kehadiran simpul-simpul budaya seperti Kasepuhan Glagahwangi Notoprojo berpotensi memperkuat sinergi kebudayaan antarwilayah. Menurutnya, semangat tersebut penting ditularkan kepada seluruh pengurus agar bersama-sama menjaga marwah Ponorogo sebagai daerah yang kaya akan budaya.

Sementara itu, prosesi pengukuhan yang dipimpin Sekda Ponorogo Agus Sugiarto berlangsung khidmat. Kehadiran pemerintah daerah bersama tokoh dari berbagai latar belakang, termasuk Bambang Priambodo, menunjukkan bahwa pelestarian adat dan tradisi membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan lintas wilayah.

Dengan kepengurusan yang baru, Kasepuhan Glagahwangi Notoprojo diharapkan dapat melahirkan berbagai program konkret, tidak hanya untuk menjaga tradisi, tetapi juga memperkuat ekosistem kebudayaan di Ponorogo agar semakin berkembang dan dikenal lebih luas. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:M. Marhaban
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Ponorogo, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.