Laga Pembuka PKDI Cup 2026: Ponorogo Harus Akui Keunggulan Ngawi 0-3
Turnamen PKDI Cup 2026 diprakarsai sebagai agenda kebersamaan yang akan berlangsung selama tiga hari.
PONOROGO – Kesebelasan DPC Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Ponorogo harus mengakui keunggulan tim tuan rumah, DPC PKDI Kabupaten Ngawi, dalam laga pembuka turnamen PKDI Cup 2026.
Bertanding di Stadion Ketonggo, Ngawi, pada Kamis (6/8/2026), tim tamu Ponorogo menyerah dengan skor telak 0-3.
Ajang olahraga bergengsi antar-pemerintah desa ini diikuti oleh tiga kontingen DPC PKDI di kawasan eks-Karesidenan Madiun, yakni Ngawi, Magetan, dan Ponorogo.
Selain menguji ketangkasan di lapangan hijau, turnamen segitiga ini dirancang sebagai wadah strategis untuk mempererat tali silaturahmi, memupuk kebersamaan, serta memperkuat jejaring komunikasi antar-pengurus dan anggota PKDI di Jawa Timur.
Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menegaskan, bahwa nilai utama dari gelaran ini melampaui persaingan memperebutkan piala.
Dalam sambutan pembukanya, ia menyebutkan pentingnya olahraga sebagai sarana konsolidasi yang menyenangkan bagi para kepala desa.
"Tentu ini tidak hanya sekadar turnamen sepakbola, akan tetapi membangun komunikasi, silaturahmi seluruh Kepala Desa melalui sarana menyehatkan melalui olahraga sepakbola," ujar Dwi Rianto Jatmiko saat membuka secara resmi kompetisi tersebut.
Turnamen PKDI Cup 2026 diprakarsai sebagai agenda kebersamaan yang akan berlangsung selama tiga hari dan dijadwalkan rampung pada Sabtu (8/8/2026).
Meski harus menelan kekalahan di laga perdana, skuad PKDI Ponorogo masih memiliki kesempatan untuk bangkit pada laga berikutnya di Stadion Ketonggo Ngawi, melawan DPC PKDI Magetan, Sabtu (8/8/2026) besok. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

