TIMES PONOROGO, PONOROGO – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo (Disperpusip Ponorogo) terus berinovasi dalam membumikan budaya literasi di Bumi Reog.
Melalui program Wisata Literasi, Disperpusip mengajak puluhan anak-anak untuk mengenal lebih dekat dunia pustaka dalam suasana yang menyenangkan, Rabu (21/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo ini, dirancang khusus untuk mematahkan stigma bahwa perpustakaan adalah tempat yang kaku dan membosankan.
Sebaliknya, anak-anak disuguhi berbagai aktivitas interaktif, mulai dari storytelling (dongeng), pengenalan koleksi buku anak, hingga tur fasilitas perpustakaan.

Kepala Bidang Layanan dan Informasi Disperpusip Ponorogo, Sari Windrawati menjelaskan bahwa Wisata Literasi merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam membentuk karakter generasi muda melalui kedekatan dengan buku.
"Kami ingin anak-anak merasa bahwa perpustakaan adalah rumah kedua yang asyik untuk bermain sambil belajar. Mengenalkan literasi tidak bisa mendadak harus dimulai sejak usia dini agar kegemaran membaca itu tumbuh secara natural," ujar Sari kepada TIMES Indonesia.
Ia menambahkan, ditengah gwmpuran teknologi digital, tantangan terbesar adalah mengalihkan perhatian anak dari gawai(gadget) ke literasi fifik maupun digital yang edukatif.
"Melalui wisata literasi ini, kami memberikan pengalaman langsung kepada mereka. Mereka bisa menyentuh buku, mendengarkan cerita, dan melihat bahwa di dalam perpustakaan tersimpan jendela dunia yang sangat luas," imbuh Sari.
Pantauan dilokasi menunjukkan keceriaan puluhan anak-anak dari RA Muslimat NU 161 Ar-Rohman, saat mengikuti sesi dongeng.
Gelak tawa pecah ketika petugas perpustakaan mengadakan sulap dan dengan alat peraga meletuskan balon dengan mata tertutup , acara ditutup dengan membuat prakarya origami. (*)
| Pewarta | : M. Marhaban |
| Editor | : Ronny Wicaksono |