TIMES PONOROGO, MEDAN – Genderang perang kompetisi bola voli kasta teratas Indonesia, Proliga 2026, kini bergeser ke Sumatera Utara. Putaran 1 Seri Medan yang berlangsung di GOR Serbaguna Disporasu pada 15-18 Januari 2026, diprediksi menjadi titik balik krusial bagi tim-tim papan atas untuk mengamankan posisi menuju Final Four.
Sebagai tuan rumah, perhatian tertuju pada Medan Falcons, yang mencoba merusak dominasi klub-klub mapan asal Pulau Jawa.
Berikut adalah analisis mendalam peta persaingan sektor putri dan putra. Untuk tim putri :
1. Jakarta Pertamina Enduro (JPE)
Berstatus juara bertahan, JPE tetap menjadi tim yang paling ditakuti. Kembalinya Megawati Hangestri setelah kiprahnya di Liga Korea memberikan suntikan moral luar biasa. Di bawah asuhan Bulent Karslioglu, JPE bermain lebih taktis, dan kehadiran legiun asing seperti Iana Shcherban memastikan JPE memiliki variasi serangan yang sulit dibaca lawan.
2. Jakarta Popsivo Polwan
Mengandalkan duo pemain asing berpengalaman seperti Yonkaira Pena dan Bethania de la Cruz, mereka adalah tim dengan pertahanan back-row terbaik saat ini. Kelemahan mereka hanya terletak pada konsistensi setter pelapis jika pemain utama mengalami kebuntuan. Pelatih Darko Dobriskov mampu membuktikan kekuatan tim milik Polri ini menjadi pimpinan klasemen sementara Proliga 2026.
3. Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia
Tim ini menjadi kuda hitam paling berbahaya. Dengan pelatih Alessandro Lodi, Phonska mengandalkan kecepatan play-on dan performa stabil Mediol Yoku, dan duet asingnya Annie Mitchem dan Oleksandra Bytsenko. Mereka terbukti mampu menjaga kedalaman tim dengan skema serangan balik cepat.
4. Jakarta Electric PLN
Sang kolektor gelar juara terbanyak ini sedang dalam masa transisi positif bersama pelatih Chamnan Dokmai. Fokus pada pemain muda berbahan dasar lokal yang dipadukan dengan bintang Turki, Neriman Ozsoy, Electric PLN mulai menunjukkan kembali karakter "DNA Juara" mereka yang sempat hilang.
5. Jakarta Livin Mandiri
Tim ini mengusung konsep voli modern. Di bawah besutan Danai Sriwacharamaytakul, mereka sangat disiplin dalam transisi. Meski didominasi pemain muda, keberadaan Yolla Yuliana sebagai sosok pemimpin di lapangan memberikan stabilitas mental bagi tim.
6. Medan Falcons (Putri)
Sebagai tuan rumah, ekspektasi publik Medan sangat tinggi. Falcons diperkuat oleh pemain berpengalaman seperti Maya Indri, dan pemain-pemain muda berbakat tanah air. Meski sempat kesulitan di pekan awal Proliga 2026, bermain di depan pendukung sendiri di Medan akan menjadi energi tambahan bagi tim besutan Marcos Sugiyama ini untuk mencuri poin dari tim-tim raksasa.
Analisis sektor putra, masih didominasi tim-tim besar seperti;
1. Jakarta LavAni
Tim milik Presiden ke-6 RI ini tetap konsisten dengan gaya mainnya dengan servis keras dan blok rapat. Kedatangan pelatih kenamaan David Lee dan mempertahankan Taylor Sander, mempertegas ambisi mereka untuk merebut kembali takhta juara. LavAni adalah standar emas dalam hal kerjasama tim (team chemistry) saat ini.
2. Jakarta Bhayangkara Presisi
juara bertahan yang sedang mengincar hattrick gelar. Meski beberapa pemain pilar sempat cedera di awal musim, tim asuhan Reidel Toiran ini memiliki mentalitas turnamen yang kuat. Bhayangkara sangat bergantung pada efektivitas serangan wing spiker mereka untuk mendulang poin.
3. Surabaya Samator
Kembalinya Samator ke Proliga adalah kabar gembira bagi pecinta voli. Meski banyak dihuni pemain muda hasil binaan sendiri, Samator tetaplah Samator yang memiliki disiplin tinggi. Samator mungkin belum mencapai performa puncak, namun mereka adalah ancaman nyata bagi tim yang meremehkan pemain muda.
4. Medan Falcons Tirta Bhagasasi
Kolaborasi antara manajemen Falcons dan sistem pembinaan Tirta Bhagasasi menciptakan tim yang solid, meski di seri Pontianak belum maksimal. Dengan dukungan penuh publik Medan, mereka diprediksi akan menjadi tim yang sulit dikalahkan di kandang. Keunggulan mereka terletak pada motivasi tinggi para pemain muda untuk membuktikan diri.
5. Jakarta Garuda Jaya
proyeksi tim nasional masa depan. Meski jarang menang secara skor, Garuda Jaya adalah tim dengan peningkatan teknis paling signifikan di setiap pertandingan. Mereka bermain tanpa beban, yang justru seringkali merepotkan tim-tim mapan yang tertekan harus menang.
Prediksi TIMES Indonesia, Proliga 2026 Putaran1Seri Medan akan menjadi ajang pembuktian bagi Medan Falcons untuk keluar dari papan bawah. Sementara sektor putra, persaingan LavAni dan Bhayangkara Presisi tetap akan menjadi sajian utama paling dinantikan. Voli bukan hanya tentang kekuatan fisik, tapi tentang bagaimana sebuah tim mengelola tekanan di bawah riuh rendah sorakan penonton.
Berikut jadwal lengkap 9 laga yang akan memanjakan mata pecinta voli di Sumatera Utara.
Kamis (15/1/2026) Jam 16.00 WIB Medan Falcons Tirta Bhagasasi vs Jakarta Garuda Jaya (putra)
Jam 19.00 WIB Popsivo Polwan vs Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (putri)
Jumat (16/1/2026) Jam 16.00 WIB Medan Falcons vs Bandung BJB Tandamata (putri)
Jam 19.00 WIB Jakarta Pertamina Enduro vs Jakarta Livin Mandiri (putri)
Sabtu (17/1/2026) Jam 16.00 WIB Bandung BJB Tandamata vs Jakarta Electric PLN (putri)
Jam 19.00 WIB Medan Falcons Tirta Bhagasasi vs Surabaya Samator (putra)
Minggu (18/1/2026) Jam 13.00 WIB Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (putri)
Jam 16.00 WIB Jakarta Bhayangkara Presisi vs Jakarta LavAni (putra)
Jam 19.00 WIB Medan Falcons vs Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (putri) (*)
| Pewarta | : M. Marhaban |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |