https://ponorogo.times.co.id/
Berita

Imbas Hujan Semalaman, 20 Hektare Sawah di Desa Bancar Ponorogo Terendam Banjir

Jumat, 02 Januari 2026 - 10:42
Imbas Hujan Semalaman, 20 Hektare Sawah di Desa Bancar Ponorogo Terendam Banjir Nurkholis salah salah satu petani hanya bisa memandangi lahan sawahnya yang kebanjiran (FOTO: Nurkholis for TIMES Indonesia)

TIMES PONOROGO, PONOROGO – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Ponorogo sejak semalam mengakibatkan puluhan hektar areal persawahan di Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, terendam luapan air.

Hingga Jumat pagi (2/1/2026), genangan air terpantau masih tinggi dan mengancam kelangsungan tanaman padi milik petani setempat.

​Berdasarkan data yang dihimpun TIMES Indonesia di lapangan, sedikitnya 20 hektare sawah terdampak banjir. Ironisnya, mayoritas lahan tersebut baru saja melewati masa tanam sekitar dua pekan lalu.

memandangi-lahan-sawahnya-yang-kebanjiran-a.jpg

Kondisi ini membuat para petani khawatir akan terjadinya gagal tanam atau puso, mengingat bibit padi yang masih muda sangat rentan membusuk jika terendam air terlalu lama.

​Pantauan di lokasi hingga pukul 08.30 WIB, debit air di area persawahan, khususnya di wilayah Dukuh Duwet, belum menunjukkan tanda-tanda akan surut. Drainase yang tidak mampu menampung kiriman air dari wilayah perbukitan di sekitarnya disinyalir menjadi penyebab utama air tertahan di lahan warga.

​Nurkholis, salah satu petani di Dukuh Duwet, Desa Bancar, mengungkapkan kekecewaannya melihat sawahnya yang kini menyerupai lautan. Ia menyebutkan bahwa modal yang dikeluarkan untuk masa tanam kali ini terancam hilang begitu saja.

memandangi-lahan-sawahnya-yang-kebanjiran-b.jpg

​"Hujannya memang sangat deras dan lama sekali sejak semalam. Padi saya ini baru umur dua minggu, mas. Kalau sampai siang atau sore nanti air tidak surut, bisa dipastikan akarnya busuk dan mati. Kami terpaksa harus tanam ulang dari awal lagi," keluh Nurkholis saat ditemui di pinggir sawahnya, Jumat (2/1/2026).

​Bagi petani seperti Nurkholis, banjir di awal tahun ini menjadi pukulan telak. Biaya bibit, pupuk, hingga jasa buruh tani yang telah dikeluarkan dipastikan hangus jika genangan tidak segera kering.

​Hingga berita ini diturunkan, warga masih berjaga-jaga di sekitar lokasi sembari berharap cuaca segera membaik. Belum ada bantuan alat pompa dari dinas terkait untuk mempercepat pengeringan lahan, mengingat titik banjir di Ponorogo pada awal tahun ini tersebar di beberapa kecamatan.

Masyarakat berharap adanya normalisasi saluran irigasi di wilayah Bungkal agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap kali musim penghujan tiba dengan intensitas tinggi. (*)

Pewarta : M. Marhaban
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Ponorogo just now

Welcome to TIMES Ponorogo

TIMES Ponorogo is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.