TIMES PONOROGO, PONOROGO – Urat nadi perekonomian di pusat wilayah Kabupaten Ponorogo, Jalan Gajah Mada, dipastikan bakal segera mendapat sentuhan perbaikan besar tahun ini.
Pemerintah Kabupaten Ponorogo (Pemkab Ponorogo) melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) telah mengalokasikan anggaran fantastis mencapai Rp3 miliar untuk menata kembali ruas jalan tersebut.
Proyek perbaikan ini akan menyasar segmen jalan mulai dari Simpang Ngepos hingga Perempatan Tonatan. Langkah ini diambil menyusul kondisi aspal yang mulai mengalami degradasi serta tingginya volume kendaraan yang melintasi jalur protokol tersebut setiap harinya.
Alokasi Dana dari DAU
Berbeda dengan proyek strategis lainnya yang terkadang bersumber dari dana pinjaman atau bantuan provinsi, perbaikan Jalan Gajah Mada kali ini murni bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU). Hal ini menunjukkan komitmen fiskal daerah dalam memprioritaskan kenyamanan akses transportasi masyarakat di kawasan urban.
Kepala DPUPKP Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo, menjelaskan bahwa rencana ini sudah masuk dalam tahap pematangan teknis. Menurutnya, pemilihan ruas Gajah Mada didasari atas urgensi pemeliharaan jalan yang menjadi wajah kota.
"Kami telah memplot anggaran sekitar Rp3 miliar dari DAU untuk rehabilitasi Jalan Gajah Mada. Rutenya mulai dari simpang tiga Ngepos ke timur sampai perempatan Tonatan," ujar Jamus Kunto, Selasa (27/1/2026).
Jamus menambahkan bahwa perbaikan tidak hanya sekadar penambalan lubang, melainkan peningkatan kualitas perkerasan aspal agar memiliki daya tahan yang lebih lama.
Selain itu, sinkronisasi dengan sistem drainase di sekitar lokasi juga menjadi perhatian agar air tidak menggenang saat intensitas hujan tinggi, yang seringkali menjadi pemicu utama kerusakan jalan.
"Kami ingin hasilnya maksimal. Gajah Mada ini kawasan padat, banyak aktivitas ekonomi di sana, jadi kualitas pengaspalan harus benar-benar terjaga," imbuhnya.
Masyarakat diimbau untuk bersiap menghadapi potensi pengalihan arus atau penyempitan jalur saat pengerjaan fisik dimulai nanti. Pihak DPUPKP menargetkan proses lelang dan pengerjaan dapat berjalan tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan oleh warga Bumi Reog. (*)
| Pewarta | : M. Marhaban |
| Editor | : Ronny Wicaksono |