Menjelang Idul Fitri 1447 H, Wangi Adonan Kue Kering Menyeruak di Sudut Kota Ponorogo
Menjelang Idul Fitri 1447 H, pesanan kue kering rumahan di Ponorogo membludak. UMKM Aning Arining kebanjiran order, bertahan dengan kualitas bahan premium dan rasa “ngelumer”.
PONOROGO – Gema Idul Fitri 1447 Hijriah memang masih beberapa pekan lagi, namun kesibukan luar biasa sudah tampak di dapur-dapur produksi rumahan di Bumi Reog. Salah satu sektor yang paling signifikan geliatnya adalah bisnis kue kering musiman yang mulai "banjir" pesanan sejak awal Ramadan.
Di tengah gempuran produk pabrikan yang memenuhi rak minimarket, kue kering handmade atau rumahan tetap menjadi primadona warga Ponorogo. Fenomena ini dimanfaatkan betul oleh Aning Arining, seorang pelaku usaha yang telah konsisten menggeluti bisnis ini selama beberapa tahun terakhir.
Bagi Aning, bisnis kue kering bukan sekadar rutinitas tahunan untuk mencari keuntungan. Ia menempatkan kualitas bahan sebagai fondasi utama yang membedakan produknya dengan kompetitor lain. Di rumah produksinya, aroma mentega berkualitas dan keju pilihan menjadi jaminan mutu bagi para pelanggan setianya.

"Saya tidak mau main-main dengan rasa. Prinsip saya, pelanggan harus merasakan bedanya sejak gigitan pertama. Kalau sekadar murah, banyak di pasar, tapi kalau yang benar-benar 'ngelumer' dan menggunakan bahan premium, itu yang saya jaga," ujar Aning Arining saat ditemui di tengah kesibukan mengemas pesanan, Jumat (20/2/2026).
Aning menambahkan bahwa kepercayaan pelanggan adalah aset terbesar. Banyak konsumennya yang kembali memesan (repeat order) setiap tahun karena menilai kualitas kue bikinannya jauh lebih unggul, terutama dari segi tekstur dan ketahanan rasa tanpa pengawet buatan.
Tahun ini, permintaan diprediksi akan terus meningkat hingga H-7 Lebaran. Jenis kue seperti Nastar, Kastengel, dan Putri Salju masih menduduki peringkat teratas dalam daftar pesanan. Meski harga bahan baku fluktuatif, Aning mengaku tetap berupaya menjaga harga agar tetap kompetitif bagi masyarakat Ponorogo.

"Persaingan memang ketat, tapi saya yakin kualitas punya pasarnya sendiri. Bahkan sebelum masuk pertengahan Ramadan, slot pesanan saya sudah hampir penuh," tambahnya dengan nada optimistis.
Geliat bisnis seperti yang dijalani Aning Arining ini membuktikan bahwa sektor UMKM di Ponorogo terus tumbuh tangguh. Bagi warga yang ingin menyajikan hidangan spesial di hari kemenangan, kue kering lokal dengan sentuhan personal tetap menjadi pilihan yang tak tergantikan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



