Taklukkan Muria FC, Bader Kediri Jadi Kampiun Super Copa 100 Tahun Gontor
Melalui drama tujuh gol di babak kedua, Bader FC menumbangkan perlawanan sengit Muria FC Rembang dengan skor mencolok 5-2 pada laga grand final digelar di Darussalam Gontor Stadium, Minggu (28/6/2026).
PONOROGO – Sang juara bertahan, Bader FC Kediri, sukses mempertahankan takhta mereka dalam turnamen bergengsi Super Copa 100 Tahun Gontor di Kabupaten Ponorogo.
Melalui drama tujuh gol di babak kedua, Bader FC menumbangkan perlawanan sengit Muria FC Rembang dengan skor mencolok 5-2 pada laga grand final digelar di Darussalam Gontor Stadium, Minggu (28/6/2026).
Sejak peluit pertama dibunyikan, pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi.
Muria FC Rembang yang diperkuat oleh barisan pemain berpengalaman seperti bek veteran Fachruddin Aryanto dan striker tajam Dedik Setiawan, langsung tampil lugas dan mendominasi jalannya laga.
Bader FC Kediri tidak tinggal diam. Dimotori oleh trio andalan mereka—Bima Ragil, Haikal, dan Dwiki— Muria FC mencoba meredam agresivitas lawan lewat skema serangan balik yang rapi.
Jual beli serangan terus terjadi di sepanjang paruh pertama, namun disiplinnya lini belakang kedua tim membuat papan skor tetap kaku 0-0 hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, jalannya pertandingan berubah drastis. Bader FC langsung mengambil inisiatif menyerang lewat penetrasi cepat.
Strategi ini membuahkan hasil instan ketika lini depan tim asal Kota Tahu ini berhasil memecah kebuntuan dan mengubah skor menjadi 1-0.
Unggul satu gol membuat kepercayaan diri anak-anak Kediri melonjak. Bima Ragil dan kolega terus membombardir pertahanan Muria FC yang digalang oleh Fachruddin.
Hanya dalam separuh babak kedua, Bader FC sukses menggelontorkan tiga gol tambahan secara beruntun, memperlebar jarak menjadi 4-0.
Muria FC sempat membuka asa lewat aksi individu Dedik Setiawan. Penyerang lincah ini berhasil memperkecil ketertinggalan melalui dua gol cepat yang mengubah skor menjadi 2-4.
Namun, harapan Rembang untuk bangkit sirna di penghujung laga. Bader FC mengunci kemenangan lewat satu gol penutup yang mengubah skor akhir menjadi 5-2.
Ditemui usai laga, gelandang Bader FC, Dwiki, tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya atas pencapaian luar biasa ini.
"Kami sangat bersyukur bisa mempertahankan gelar di momen yang sangat bersejarah ini. Turnamen Super Copa 100 Tahun Gontor ini atmosfernya luar biasa, fasilitas stadionnya sangat profesional, dan kompetisinya sangat kompetitif," ujar Dwiki.
"Kemenangan ini untuk seluruh masyarakat Kediri yang terus mendukung kami," sambungnya.
Di sisi lain, Dedik Setiawan secara ksatria mengakui keunggulan lawannya dan memuji jalannya turnamen.
"Bader FC tampil lebih klinis di babak kedua dan kami kecolongan oleh momentum serangan cepat mereka. Selamat untuk Bader FC," ungkap Dedik.
"Terlepas dari hasil hari ini, turnamen peringatan satu abad Gontor ini dikelola dengan sangat baik. Ini adalah ajang yang luar biasa untuk menjaga atmosfer kompetisi dan silaturahmi antar-pesepak bola," imbuhnya.
Bader FC Kediri sebagai menerima hadiah Trofi dan sekeping logam mulia serta uang tunai Rp25 juta, sedangan Muria FC Rembang sebagai juara kedua menerima trofi, sekeping logam mulia, dan uang tunai Rp20 juta. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

