70 Dadak Merak Meriahkan Tadarus Ramadan Berbudaya di Monumen Reog Sampung Ponorogo
Sebanyak 70 dadak merak akan meramaikan acara Tadarus Ramadan Berbudaya di Monumen Reog Sampung Ponorogo.
PONOROGO – Pemandangan tak biasa akan tersaji di kawasan Monumen Reog Sampung, Sabtu (14/3/2026) malam. Sebanyak 70 dadak merak dipastikan akan memenuhi pelataran monumen dalam gelaran bertajuk Tadarus Ramadan Berbudaya.
Acara yang diinisiasi oleh paguyuban reog Regol Wengker Sampung ini tidak hanya menampilkan kemegahan dadak merak, tetapi juga dimeriahkan oleh puluhan penari Jathil serta aksi energik Bujangganong. Meski berlangsung di bulan suci Ramadan, antusiasme para seniman dipastikan tetap membara sebagai wujud sinkretisme antara budaya dan nilai religius.
Sesepuh Reog Ponorogo, Supriono Golan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus ruang silaturahmi bagi para seniman Reog Ponorogo.
“Tadarus itu maknanya belajar atau mengkaji. Hari ini kita tidak hanya tadarus ayat suci secara lisan, tetapi juga ‘tadarus’ budaya. Berkumpulnya 70 dadak merak ini adalah simbol kerukunan seniman Regol Wengker. Kami ingin menunjukkan bahwa Reog dan Ramadan bisa berjalan beriringan dalam harmoni,” ujar Supriono Golan kepada TIMES Indonesia, Sabtu (14/3/2026).
Ia juga menyebutkan bahwa beberapa grup reog dari berbagai daerah turut hadir untuk meramaikan kegiatan di pelataran Monumen Reog Sampung.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Kabupaten Ponorogo, Lisdyarita, yang dijadwalkan membuka acara tersebut, memberikan apresiasi terhadap inisiatif para seniman dari Regol Wengker Sampung.
Menurutnya, pemilihan lokasi di Monumen Reog Sampung sangat tepat untuk memperkuat ikon wisata budaya baru di Ponorogo.
“Luar biasa, ini adalah energi positif. Pemerintah Kabupaten Ponorogo sangat mendukung kegiatan yang mengawinkan nilai-nilai spiritual dengan pelestarian budaya. Monumen Reog Sampung ini memang disiapkan untuk menjadi pusat gravitasi budaya seperti ini,” kata Lisdyarita yang akrab disapa Bunda Rita.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran puluhan dadak merak menjadi bukti nyata bahwa regenerasi seniman di Ponorogo, khususnya di bawah naungan Regol Wengker, tetap terjaga dengan baik.
Acara yang berlangsung Sabtu malam tersebut diperkirakan akan menarik perhatian ribuan warga. Selain menjadi ajang unjuk kebolehan para seniman, kegiatan ini juga berpotensi menjadi magnet ekonomi bagi pelaku UMKM di sekitar kawasan Monumen Reog Sampung yang kini mulai berkembang sebagai destinasi wisata baru di Kabupaten Ponorogo. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


