Ribuan Warga Padati Festival Balon Udara Ponorogo 2026 di Sirkuit Jurang Gandul
Ribuan warga padati area sirkuit Motorcross Jurang Gandul unduk menyaksikan Festival Balon Udara 2026. (Foto: Marhaban/TIMES Indonesia)

Ribuan Warga Padati Festival Balon Udara Ponorogo 2026 di Sirkuit Jurang Gandul

Ribuan pasang mata terpaku menyaksikan helatan akbar Festival Balon Udara Ponorogo 2026, sebuah tradisi yang dikemas apik dalam bingkai kreativitas dan keselamatan.

TIMES Ponorogo,Minggu 29 Maret 2026, 09:07 WIB
1.4K
M
M. Marhaban

PONOROGOLangit biru di atas Sirkuit Motorcross Jurang Gandul, Kabupaten Ponorogo, berubah menjadi kanvas warna-warni pada Minggu (29/3/2026) pagi.

Ribuan pasang mata terpaku menyaksikan helatan akbar Festival Balon Udara Ponorogo 2026, sebuah tradisi yang dikemas apik dalam bingkai kreativitas dan keselamatan.

​Sejak pukul 04.00 WIB, arus massa sudah mulai mengalir memadati area sirkuit. Antusiasme warga tak terbendung untuk menyaksikan 34 balon udara raksasa yang siap mengangkasa secara tertambat.

Menariknya, kompetisi tahun ini tidak hanya diikuti talenta lokal, tetapi juga menghadirkan tim tamu kehormatan dari Kabupaten Wonosobo yang dikenal sebagai 'kiblat' balon udara nasional.

​Festival yang merupakan hasil kolaborasi apik antara Polres Ponorogo dan Disbudparpora Ponorogo ini bertujuan untuk melestarikan tradisi menerbangkan balon tanpa mengganggu keselamatan penerbangan.

​Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, menegaskan bahwa festival ini adalah solusi cerdas untuk mengakomodasi kegemaran masyarakat tanpa harus melanggar aturan ruang udara.

​"Kami ingin membuktikan bahwa tradisi balon udara bisa dinikmati dengan aman. Melalui festival ini, balon-balon diterbangkan secara tertambat (menggunakan tali), sehingga tidak membahayakan lalu lintas penerbangan niaga namun tetap estetis bagi penonton," ujarnya.

AKBP Andin juga mengapresiasi tingginya disiplin para peserta yang mengikuti regulasi teknis yang ditetapkan panitia.

​Di sisi lain, Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, melihat festival balon udara ini sebagai katalisator ekonomi dan pariwisata yang sangat potensial bagi Bumi Reog.

Menurutnya, kerumunan massa sejak dini hari adalah bukti bahwa sektor pariwisata berbasis event sangat diminati.

​"Luar biasa sekali, bahkan sebelum matahari terbit, Jurang Gandul sudah penuh sesak," ungkap Lisdyarita dengan antusias.

"Kehadiran tim dari Wonosobo juga memberikan warna baru dan menjadi ajang pertukaran teknik pembuatan balon. Ini bukan sekadar hiburan, tapi penggerak roda ekonomi UMKM di sekitar lokasi," imbuhnya.

​Festival Balon Udara Ponorogo 2026 diharapkan terus menjadi agenda tahunan yang semakin besar, sekaligus menjadi pengingat bahwa warisan budaya bisa berjalan selaras dengan regulasi keselamatan modern. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:M. Marhaban
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Ponorogo, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.