Menuju Satu Abad Gontor: KH Hasan Abdullah Sahal Tegaskan Peringatan Bukan Pesta Perayaan
KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor. (FOTO: PMDG for TIMES Indonesia)

Menuju Satu Abad Gontor: KH Hasan Abdullah Sahal Tegaskan Peringatan Bukan Pesta Perayaan

Peringatan satu abad Gontor jadi momentum refleksi perjuangan Trimurti, penguatan nilai keikhlasan, kemandirian, dan syukur, bukan sekadar pesta seremonial.

TIMES Ponorogo,Jumat 5 Juni 2026, 08:45 WIB
409
M
M. Marhaban

PONOROGOMemasuki usia satu abad, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) tidak ingin terjebak dalam euforia kesenangan duniawi. Pimpinan PMDG, KH Hasan Abdullah Sahal, menegaskan bahwa momentum 100 tahun berdirinya pondok ini harus dimaknai secara mendalam sebagai ajang refleksi sejarah dan peningkatan rasa syukur kepada Allah SWT, bukan sekadar pesta perayaan.

​Kiai Hasan menyampaikan bahwa usia seratus tahun merupakan titik krusial untuk menengok kembali babak awal perjuangan para Trimurti (pendiri Gontor). Nilai-nilai keikhlasan, kesederhanaan, dan kemandirian yang diletakkan oleh para pendiri harus menjadi cermin bagi generasi saat ini.

​"Satu abad Gontor ini bukanlah sebuah perayaan, melainkan sebuah peringatan," tegas Kiai Hasan, Jumat (5/6/2026)..
​Putra pendiri PMDG KH Ahmad Sahal ini menambahkan bahwa perbedaan istilah antara "perayaan" dan "peringatan" mengandung esensi filosofis yang sangat besar bagi seluruh keluarga besar Gontor dan umat Islam pada umumnya. Peringatan menuntut adanya kesadaran spiritual untuk selalu mengingat sang

Pencipta atas segala pencapaian yang telah diraih hingga saat ini.
​"Jika sudah ingat kepada Allah, barulah kita benar-benar bersyukur dan berterimakasih kepada-Nya," lanjutnya. 

​Di tengah maraknya fenomena seremoni yang kerap kehilangan ruh, Gontor ingin memberikan teladan bahwa bertambahnya usia lembaga pendidikan Islam harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pengabdian kepada masyarakat dan agama.

Melalui momentum ini, seluruh elemen pondok mulai dari pimpinan, pengasuh, santri, hingga alumni yang tersebar di berbagai belahan dunia diajak untuk mengenang kembali darah, keringat, dan air mata para pendiri dalam membangun fondasi pondok.Selain itu, memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai panca jiwa dan moto Gontor, serta meningkatkan kualitas sujud dan rasa syukur atas eksistensi pondok yang tetap kokoh berdiri menembus zaman.

​Peringatan 100 tahun ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi PMDG untuk terus mencetak kader-kader pemimpin umat yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:M. Marhaban
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Ponorogo, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.